Medannewstv.com – Diperikirakan sebanyak 1,9 ton aspal tumpah di perairan Nias Utara, kapal tanker itu bocor dan terdampar di Kecamatan Afulu. Akibatnya biota laut rusak dan mematikan mata pencarian nelayan. Kamis (23/2/23)
Bocornya kapal tanker berbendera Gabon di laut Kabupaten Nias Utara ini menimbulkan efek buruk. Aspal yang diangkut kapal itu tumpah dan mencemari laut hingga radius 70 kilometer.
“Kapal tanker itu bocor dan terdampar di Kecamatan Afulu, pada Sabtu (11/2/2023). Informasi itu awalnya disampaikan oleh warga sekitar,” ujra Kepala Bidang Teknologi Komunikasi dan Informatika Dinas Kominfo Kabupaten Nias Utara, Syukur Zebua.
Syukur juga mengatakan kapal itu ternyata bermuatan aspal sebanyak 1.900 ton. Menurutnya, kapal itu berangkat dari Uni Emirat Arab menuju Padang dan Sibolga. Kemudian ada sebanyak 19 anak buah kapal (ABK) dan satu kapten di kapal tersebut. Mereka berkewarganegaraan India.
“Ada kerusakan (bocor) yang menyebabkan kapal itu mengalami terdampar, kuatnya hantaman ombak menyebabkan kapal rusak,”tambahnya.
Akibat peristiwa itu aspal didalam kapal tersebut mengalir ke laut dan laut tersebut menjadi tercemar. Bahkan, menurutnya banyak biota laut mati karena tercemar aspal itu. (bas)












