Medannewstv.com – Sungai Blutu, Daerah Irigasi Sibaro dan Rampah di Kabupaten Sergai, Provinsi Sumatera Utara, meluap. Akibatnya pemukiman warga di beberapa desa terendam banjir, Sabtu (10/12/22).
Hujan yang mengguyur dua hari dua malam tersebut menyebabkan rumah warga terendam.
Zulkifli warga Kampung Mandailing Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah mengatakan, mereka terpaksa mengungsi karena rumah sudah terendam banjir setinggi pinggang orang dewasa.
“Padahal baru siap bersih bersih akibat banjir , eh tak taunya banjir lagi, ujar Zul warga Desa Mandailing.
Menurutnya banjir sudah sering terjadi 3 tahun terakhir.
” Sekarang udah banyak warga terpaksa mengosongkan rumah karena hujan terus dan banjir, ” keluhnya.
Dari catatan warga banjir tahun 2020 lalu, mereka mengungsi Sampai satu bulan, lalu 2021, mengungsi selama 2 bulan.
Saat ini di akhir tahun 2022 ini, dampak banjir yang dirasakan mulai dari tanggal 25 November hingga 1 Desember sampai tanggal 10 Desember sudah menghantui mereka.
Banjir disebabkan dari sungai yang meluap akibat hujan terus menerus. Ketinggian air hingga 50 cm lebih.
“Kami warga berharap ada solusi pemerintah membantu kami, agar terlepas dari banjir, ” pintanya.
Sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), mencatat mulai hari Jumat, 9 Desember 2022 ada beberapa desa yang terendam banjir di Kecamatan Sei Bamban. Di antaranya, Desa Sei bamban,Desa Pon, Desa Sukadamai, Desa Sei blutu, Desa Bakaran batu, Desa Sei buluh.
Sebanyak 300 Kepala Keluarga di Kecamatan Rampah masih menunggu laporan resmi.
Bantuan dari Forkopimda Sergai mulai dikerahkam beberapa titik dan telah didirikan beberapa posko. ( )






