Medannewstv.com – Kematian dua pekerja Perusahaan Gas Negara (PGN) diduga keracunan saat memperbaiki kran pengontrol aliran gas yang bocor di gorong-gorong Jembatan Sei Belumai, Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang masih dalam penyelidikan polisi. Senin(30/5/22).
“Dua pekerja PGN meninggal dunia diduga menghirup gas beracun saat memperbaiki velve (kran pengontrol aliran),” kata Kasat Reskrim Polresta Deliserdang, Kompol I Kadek Wira Cahyadi, Senin (30/5).
Tim penyidik dalam kasus ini telah penyidik telah memeriksa tiga orang saksi dari PGN turut bekerja dengan korban.
“Nantinya Polresta Deliserdang juga akan memanggil pihak PGN untuk memastikan apakah korban bekerja sesuai surat perintah,” ungkapnya belum bisa memastikan apakah korban saat bekerja menggunakan alat pelindung diri (APD) atau tidak.
“Sejauh ini kasus tewasnya dua pekerja PGN masih terus kita selidiki untuk memastikan apakah ada kelalain atu tidak,” terang mantan Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan tersebut.
Terpisah, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) buka suara mengenai pekerja yang tewas saat memperbaiki valve (kran pengontrol aliran gas) di gorong-gorong. Insiden ini terjadi pada Jumat 27 Mei 2022 di lokasi bak valve No.140 Jembatan Sei Belumai, Tanjungmorawa.
Area Head PGN Medan, Saeful Hadi, mengatakan insiden terjadi saat pekerjaan penggantian valve oleh pekerja di dalam bak valve (keran pengontrol aliran gas) yang dilewati jalur pipa gas tekanan menengah yang mengalami gangguan.
Berdasarkan laporan dari lapangan, insiden terjadi pada saat pekerja PGN sesuai prosedur melaksanakan perawatan kehandalan jaringan distribusi.
Pelaksana pekerjaan dilakukan oleh team operation and maintenance PGN Area Medan. Dari pemantauan awal, kondisi gangguan di dalam bak valve mengakibatkan kadar oksigen semakin menipis. Mengingat urgensi perbaikan, yang bersangkutan berupaya memastikan kondisi, namun sayangnya yang bersangkutan kehilangan kesadaran karena kekurangan oksigen.
“Dalam kondisi lokasi yang berbahaya dan kadar oksigen yang semakin tipis, yang bersangkutan kehilangan kesadaran,” terangnya.
“Kami memohon maaf atas insiden ini dan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya, semoga korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” pungkasnya. ( )
