Medannewstv.com – Kementeritan kesehatan melansir gejala penyakit cacar monyet,
bila bergejala Panas, kelainan pada kulit, bintik-bintik merah, vesikel berisi cairan atau nanah, dan yang paling khas kalau ada pembengkakan kelenjar getah bening pada leher dan selangkangan diminta segera ke puskesmas terdekat. Selasa (26/7)
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu menyampaikan bagi warga yang mengalami gejala cacar monyet untuk segera melapor dan memeriksakan diri di fasilitas kesehatan terdekat agar dapat mendapatkan diagnosis serta mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Maxi memastikan, Kemenkes telah menyiapkan laboratorium pemeriksaan deteksi cacar monyet di seluruh provinsi Indonesia.
Kemenkes disebutkan bakal memperkuat dan memperbanyak deteksi dini atau aktivitas surveilans cacar monyet pada kelompok gay di Indonesia. Surveilans akan dilakukan bekerjasama dengan sejumlah pihak seperti Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) terkait di Indonesia.
Upaya mitigasi itu dilakukan lantaran laporan dari sejumlah negara, sebagian besar yang terinfeksi cacar monyet adalah pria gay.
“Masyarakat segera melapor ke petugas kesehatan apabila memiliki gejala-gejala awal Monkeypox,” ujarnya.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya telah mendeklarasikan wabah cacar monyet sebagai darurat kesehatan global pada Sabtu (23/7). Pernyataan itu menyusul temuan banyak kasus cacar monyet di sejumlah negara.
WHO melaporkan 16 ribu kasus temuan cacar monyet dari 75 negara. Adapun sejauh ini tercatat ada lima kematian karena cacar monyet. Deklarasi darurat ini akan membantu mempercepat pembuatan vaksin dan penerapan langkah-langkah guna membatasi penyebaran virus.
WHO juga merilis rekomendasi yang diharapkan bisa mendorong banyak negara mengambil tindakan. Tindakan itu di antaranya untuk menghentikan penularan virus dan melindungi mereka yang paling rentan terinfeksi.
