Satu Kelas Pelajar SD Ikuti Trauma Healing, Pasca Pembunuhan Dikelas

Medannewstv.com – Pasca pembunuhan rekan mereka yang dilakukan oleh pamannya sendiri. Pelajar rekan korban mengikuti trauma healing. Selasa (16/8)

Antisipasi stres pada anak usia 10 tahun ini dilakukan oleh Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Deliserdang bersama Polrestabes Medan di sekolah korban di Kecamatan Sunggal.

Ketua LPA Deliserdang, Junaidi Malik menyampaikan dampak peristiwa itu sangat rentan terjadi pada anak-anak ketimbang orang dewasa, sehingga seluruh teman sebaya korban yang berada di dalam kelas saat menyaksikan peristiwa itu tidak menutup kemungkinan terdampak gangguan metalnya.

“Metode trauma healing cukup baik dan dibutuhkan untuk mereka, ujarnya.

Trauma healing ini merupakan tindakan yang tepat dilakukan terhadap teman-teman korban, sehingga tidak menimbulkan dampak psikologis, seperti sedih, sulit tidur, hingga menyendiri.

Dalam pertemuannya materi yang diberikan berupa penyampaian dongeng cerita dari tim kampung dongeng Medan, kemudian dilanjutkan cara membuat pelangi dari bahan-bahan yang telah disediakan. Ada juga berjoget bersama diiringi musik.

Bersama Personel Polrestabes Medan trauma healing juga diisi dengan berdialog sekaligus memberikan pertanyaan kepada teman-teman korban. Jika berhasil menjawab diberikan hadiah menarik seperti peralatan sekolah mulai dari buku, pensil dan lain sebagainya.

“Hal itu dilakukan untuk melatih kreativitas, membangun kemampuan motorik, dan mengembalikan keceriaan teman-teman korban,” sebut Junaidi didampingi Ketua Pokja LPA Kecamatan Sunggal Jendrial Siregar.

Dengan trauma healing ini diharapkan anak-anak ini terbentuk menjadi pribadi yang lebih tangguh dan bisa melalui kehidupannya tanpa terganggu peristiwa pembunuhan tersebut.

Sementara Kasatrekrim Polrestabes Medan Kompol Teuku Fathir Mustafa SIK menyampaikan trauma healing yang dilakukan terhadap teman satu kelas korban menindaklanjuti arahan dari bapak Kapolrestabes Medan.

“Bersama Kanit Unit PPA Satreskrim dan sejumlah personel Polwan sudah bersama sama turun langsung ke sekolah untuk memberikan trauma healing, ini juga merupakan bagian dari tugas kemanusiaan polri, ujar Fathir.

Atas peristiwa itu Polisi berhasil menangkap pelaku pembunuhan terhadap SRB (10) pelajar SD Yayasan Baiti Jannati, Kabupaten Deli Serdang. Pelaku pembunuhan sadis adalah paman korban bernama Rahmat (32) dan kini telah ditahan. (bas)