Medannewstv.com – Puluhan warga kabupaten Dairi mendatangi Konsulat Jenderal (Konjen) Republik Rakyat Tiongkok di Jalan Wali Kota Medan. Mereka minta hentikan operasional tambang logam. Rabu (24/8)
Dengan membentang spanduk protes mereka menolak rencana operasional tambang logam PT Dairi Prima Mineral yang ada di Kabupaten Dairi. Operasional tambang dinilai membahayakan lingkungan dan pemukiman warga.
Warga menilai lokasi tambang cukup dekat dengan pemukiman terutama pembangunan bendungan Tailing yang hilirnya mengarah ke pemukiman yang berpotensi menenggelamkan pedesaan apabila mengalami kegagalan.
“Lokasi tambang juga berada di zona risiko gempa bumi tertinggi yang terbentuk dari tiga patahan yaitu patahan renun dan Toba Bahorok,” ujar kordinator aksi Ungkap Napitupulu.
Aksi yang dilakukan dengan membentang spanduk protes dan membawa hasil bumi masyarakat sekitar tambang, warga cukup kecewa karena aspirasi mereka tidak ditanggapi perwakilan Konjen China
“Kami masyarakat yang mayoritas petani resah dengan keberadaan pertambangan tersebut,” ujar Napitupulu yang juga warga Dairi.
PT DPM disebutkan merupakan dibawah naungan perusahaan tambang Indonesia Bumi Resource dan kelompok pertambangan logam non Ferrous China.
Perusahaan tambang tersebut juga dinilai tidak melakukan riset kajian terkait geologi dan penanggulangan bencana. (bas)












