Medannewstv.com – Dampak gempa bumi yang melanda Kabupaten Tapanuli Utara sumber mata air panas belerang di lokasi pemandian Air Panas Sipoholon mengering. Senin (3/10/22).
Keringnya air panas belerang tersebut bisa saja disebabkan oleh dampak gempa, namun pihak BMKG Sumut masih melakukan penelitian lanjut.
Kepala Balai BMKG Sumut, Hendro Nugroho melalui stafnya mengatakan masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, meski tak dipungkiri, getaran gempa bumi yang melanda Taput bisa jadi sebagai penyebabnya.
“Memang ada hubungannya dengan gempa bumi. Hanya saja, untuk kepastiannya, apakah itu disebabkan oleh gempa bumi, dini hari tadi, masih membutuhkan penelitian,” jelasnya.
Salah satu hal yang mempengaruhi geothermal adalah gempa tektonik, walaupun aktivitas magma yang berada di bawah permukaan tanah juga dimungkinkan sebagai penyebabnya.
“Terjadinya gempa hanya merupakan salah satu faktor saja yang mengakibatkan mengeringnya sumber air panas,” ujarnya
Sebelumnya, pemilik akun “facebook” Erika Sihombing mengunggah kejadian mengeringnya mata air panas belerang di Sipoholon Taput pascaguncangan gempa bumi yang melanda Taput kemarin. (bas)
