MEDAN – Aksi minta Pilkada ulang mulai ramai, selain persoalan bencana banjir persoalan dugaan kecurangan juga menjadi alasan pengunjukrasa.
Seperti Pilkada Walikota Medan di protes warga mengatasnamakan Aliansi masyarakat Medan pendukung Pilkada jujur.
Koordinator aksi, Datok Agustian mengatakan banjir membuat 10 Kecamatan di Medan terendam. Jadi masyarakat berhalangan untuk ikut memilih, hal itu membuat partisipasi pemilih di kota Medan hanya mencapai 20 persen lebih.
Selain itu, mereka menilai KPU gagal dalam melaksanakan empat prinsip pemilihan.
Pelaksanaan Pilkada yang harus berjalan sesuai prinsip langsung, umum, dan rahasia atau Luber tidak dilaksanakan KPU sehingga massa akan menggelar aksi kembali.
Sementara kantor KPU Deli Serdang juga digeruduk masyarakat atas pelaksanaan Pilkada di Deli Serdang karena dinilai buruk Kamis (5/12/2024).
Rendahnya partisipasi pemilih kurang dari 40 persen masih menjadi persoalan. Massa meminta agar di dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di seluruh Deli Serdang.
“Kami anggap KPU gagal melaksanakan Pilkada ini karena partisipasi pemilih sangat rendah. Ini Pilkada apa,” teriak massa.
Aksi unjukrasa ini diikuti sekitar seribuan orang. Sebagian besar dari mereka adalah kalangan ibu-ibu.
“KPU diberi anggaran puluhan Milyar untuk melaksanakan Pilkada ini tapi kenapa yang datang ke TPS sedikit sekali. Saya juga pernah menjadi mantan Calon Wakil Bupati Deli Serdang tapi saat itu partisipasi pemilih capai 60 persen lebih,” ujar Bambang Hermanto koordinator aksi.
Pengunjukrasa juga menyinggung soal bencana alam yang terjadi pada saat hari pencoblosan 27 November 2024. (#)
