Medannewstv.com – Sebanyak dua belas orang warga di dua desa yakni desa Bandar Limabung dan Desa Simpang Bajole Kecamatan Lingga Bayu Kabupaten Mandailing Natal Sumatera utara meninggal dunia akibat tertimbun longsoran tanah.
Korban tertimbun material longsor ketika beraktifitas mendulang emas dilokasi tambang ilegal.
Dua belas korban diantaranya :
Lerma suryani rambe 36 tahun
Nurlina hasibuan 38 tahun
Irma pane 39 tahun
Saripah Nasution 51 tahun
Amna Pulungan 36 tahun
Nur Ainun pane 42 tahun
Nur Jaya Sari Pulungan 35 tahun
Nur Apni Lubis 37 tahun
Nurlina Batubara 45 tahun
Nelli Sipahutar 55 tahun
Kana 40 tahun
Nurhayati 49 tahun
Korban yang merupakan ibu ibu rumag tangga ini tertimbun material longsor di kawasan pertambangan emas ilegal di Desa Bandar Limabung sekitar pukul empat sore kemarin ketika sedang mendulang butiran emas.
Dilokasi ini seperti biasa para wanita ibu ibu ini melakukan pendulangan butiran emas disaat pekerja pria beristirahat. Tanpa disadari lokasi tersebut mengalami longsor.
Pasca peristiwa ini Bupati Mandailing Natal Jakfar Sukhairi yang mengunjungi keluarga korban mengaku sering menghimbau warga untuk menghentikan aktifitas tambang ilegal ini, namun warga yang membutuhkan pekerjaan untuk menambah perekonomian keluarga tetap beraktifitas.
“Kami turut berduka cita karena ini baru kali ini terjadi , ini menjadi luka mendalam , dan kami pemerintah berharap keluarga dapat bersabar.” ujar Jakfar.
Menurut Jakfar, warga sempat tertimbun selama 15 menit saat proses evakuasi, namun saat ditemukan sudah tidak dapat bernafas.
Hal senada juga dikatakan kepala desa Simpang Bajole Zulfahri Ritonga,
Menurutnya, para ibu-ibu yang menjadi korban ini bekerja sebagai penambang emas tradisional yang berniat menambah penghasilan keluarga.
Sementara itu, peristiwa ini sudah ditangani pihak kepolisian, Kapolres Mandailing Natal AKBP Reza Chairul mengatakan selain memeriksa serta mensterilkan lokasi polisi juga akan memanggil dan memeriksa pemilik lahan tambang ilegal untuk dimintai keterangan. (bas)






