Migor Banyak Hilang di Level Bawah Distriburor di Medan

Uncategorized281 Dilihat

Medannewstv.com – Tumpukan minyak goreng belum disalurkan kembali ditemukan saat inspeksi mendadak. Sidak yang dilakukan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan Ombudsman RI Perwakilan Sumut menemukan 1.500 karton minyak goreng di gudang PT Aldoraya Lestari.

Digudang distributor Wilmar Group ini berada di kawasan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan ini juga ditemukan minyak goreng premier di dalam 1.000 jirigen bermuatan 20 liter.

Kepala Kantor Wilayah I KPPU Sumut, Ridho Pamungkas, sejauh ini pihak PT Aldoraya Lestari mengaku pasokan migornya aman-aman saja. Pasokan yang masuk dan pasokan yang keluar tetap stabil.

Hanya saja, ada ditemukan persoalan pada harga eceran tertinggi (HET). KPPU menduga ada permainan harga di tingkat penjualan.

“Di lapangan harga yang dijual di toko tidak sesuai HET. Ini yang kemudian menjadi persoalan,” katanya.

Ridho mengatakan, bahwa harga pasar terbentuk dari supply and demand. Ketika supply terbatas, maka masyarakat akan membeli minyak goreng di atas HET.

Sementara temuan migor dalam jeriken ini diakui oleh pihak distributor bahwa minyak goreng itu tidak dijual sesuai HET, melainkan didistribusikan ke hotel, restoran, dan cafe sesuai dengan harga normal sekitar Rp 300 ribu per jeriken.

“Jadi itu normal sesuai pasokan karena ke kebutuhan hotel restoran cafe (Horeka). Tapi kita belum tahu juga jangan – jangan dari Horeka juga mengurangi pembelian yang 20 liter dan memilih mengumpulkan dari kemasan. Karena harganya lebih murah,” bebernya.

Dia mengatakan langkah ke depan KPPU akan tetap bersinergi melakukan pengawasan dari produsen dan distributor.

Sedangkan Kepala Ombudsman Sumut Abyadi Siregar yang ikut dalam inspeksi mendadak ini menyampaikan pasokan dari gudang Wimar lancar sampai di distributor, namun minyak goreng ini hilang di level bawah distributor.(bas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *