Antisipasi Bentrok Berdarah Puncak 2000 Siosar Lahan Diukur

SUMATERA UTARA337 Dilihat

Medannewstv.com – Pasca bentrok warga Desa Suka Maju dan PT Bibit Unggul Karobiotek (BUK) di Puncak 2000 Siosar, Personel kepolisian bersama Badan Pertanahan Nasional lakukan pengukuran lahan. Selasa (24/5/22)

Lahan seluas 89 hektare yang akan diukur ini sebelumnya masing-masing diklaim sejumlah warga Desa Suka Maju dan PT Bibit Unggul Karobiotek (BUK) di kawasan Puncak 2000 Siosar, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, Kombes Tatan Dirsan Atmaja pengukuran akan melibatkan badan pertanahan nasional (BPN). Disebut-sebut ada dua surat yang keduanya pun memiliki sehingga bersikukuh atas lahan tersebut.

“Kita akan ukur dan melibatkan pihak BPN, pemkab, terkait surat yang dimiliki dan termasuk juga yang dimiliki masyarakat, ujarnya.

Disebutkan sebelumnya sebelum bentrokan pecah lahan sudah berstatus quo dan dipasang garis polisi. Sudah ada kesepakatan dalam waktu tertentu tidak boleh ada aktivitas apapun.

Namun salah satu pihak diduga menerobos dan masyarakat yang mengetahui langsung menghadang sehingga memicu bentrok.

Setelah kejadian ini Polisi menangkap 17 orang imbas bentrok antara sejumlah masyarakat Desa Suka Maju dan pihak keamanan PT Bibit Unggul Karobiotek (BUK) di kawasan Puncak 2000 Siosar, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Bentrok juga telah mengakibatkan 3 orang masyarakat mengalami luka dan seorang dari perusahaan juga luka. Kemudian dilaporkan sebuah kios terbakar, 12 sepeda motor milik pekerja perusahaan terbakar dan 1 unit motor milik warga rusak. (bas)