Medannewstv.com – Pasca penangkapan Pekerja Migran Indonesia diduga ilegal di Bandara Kualanamu pekan lalu, lima orang ditetapkan sebagai tersangka. Kamis (18/8/22).
Penyidik Kepolisian Daerah Sumatera Utara menetapkan lima tersangka dalam kasus Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal yang hendak diberangkatkan kerja di Kamboja.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, mengatakan penetapan terhadap kelima tersangka dilakukan setelah penyidik Dit Reskrimum Polda Sumut melakukan gelar perkara terhadap kasus PMI ilegal yang diamankan dari Bandara Kualanamu beberapa waktu lalu.
“Diantaranya ada inisial GL erry Lee (bagian PMI), KB (Bagian PMI), A, dan AC,” ujarnya.
Tiga dari lima tersangka sudah diamankan, yakni GL, KB, AC dan A.
Untuk dua tersangka lagi A dan AC masih dalam pengejaran.
Kasus PMI ilegal ini disebutkan masih dalam penyelidikan.
Sebelumnya, PT MEB yang berlokasi Jakarta Barat, menjadi penyalur sejumlah 212 warga Indonesia untuk dipekerjakan secara ilegal di Kamboja. Diduga ke 212 warga Indonesia dari berbagai provinsi itu dipekerjakan sama bos judi online merek PAY4D.
Sementara penyaluran ratusan pekerja itu berhasil digagalkan Polda Sumut bersama BP3MI Sumut saat hendak terbang menggunakan pesawat Lion Air di Bandara Kualanamu.
Kini, ke 212 PMI ilegal itu sudah ditempatkan di penampungan yang difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Yakni di LPMP, Jalan Bunga Raya dan BPSDM, Jalan Perintis Kemerdekaan.
Untuk diketahui, sebelum diberangkatkan ke Kamboja, ke 212 PMI nonprosedural itu bekerja sebagai operator judi online yang ada di Komplek J City, Kecamatan Medan Johor.
Kuat dugaan, Sumatera Utara, khususnya Kota Medan menjadi salah satu destinasi bagi pengelola judi online. Sebab, beberapa waktu yang lalu, pihak kepolisian berhasil mengungkap beberapa lokasi judi online yang ada di Kota Medan.
Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Sumut, Siti Rolijah, mengaku 212 PMI ilegal diduga akan dipekerjakan di sebuah perusahaan judi online.
“Mengarah kalau dugaan perwakilan kita dan Kementerian luar negeri diduga mereka terindikasi dipekerjakan di kasino dan situs judi online,” pungkasnya.(bas)
