Medannewstv.com – Pembangunan jembatan layang ply over simpang kayu besar, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang hingga belum jelas. Selasa (10/1/23)
Sejumlah masyarakat khususnya yang terkena dampak rencana pembangunan jembatan layang ply over simpang kayu besar, masih menungggu kepastian dari Pemerintah kapan dimulainya proses tahapan pembangunan jembatan layang itu.
Salah seorang warga di lokasi Hariati mengatakan belum meneriman informasi dan kejelasan dari Pemerintah terkait kapan pelaksanaan pembangunannya.
“Jembatan layang ply over simpang kayu besar ini, sudah dua tahun lalu dibahas, kami juga ikut mendengar rencana pembangunan itu dari Pemkab Deliserdang, katanya tahun 2023 sudah mulai pembangunan tapi sampai sekarang belum ada tanda tandanya, kami berharap cepat realisasi agar kita bisa ancang ancang juga mau pindah kemana,” ucapnya.
Pembahasan sekitar awal awal bulan Januari 2021 lalu, ada sekitar 61 warga yang lahannya terkena rencana pembangunan jembatan layang simpang kayu besar. Diantaranya beberapa warga Desa Tanjung Morawa A, Desa Buntu Bedimbar dan Desa Limau Manis, sekarang ini sudah cocok dibangun karena simpang kayu besar makin ramai.
“Titik pembangunan itu mulai Supermarket Mawar Simpang Abadi, lurus jembatan hingga Polsek Tanjung Morawa. Depan pintu tol lapangan Garuda hingga depan Kantor Direksi PTPN2,” ungkap Barus.
Masyarakat meminta kepastian pembangunan jembatan layang itu dan berharap ada ada kepastian karena meski sudah ada pembangunan Tol Tamora – Tebing Tinggi, namun Simpang Kayu besar tetap sering terjadi kepadatan kendaraan, karena persimpangan menuju Bandara Internasional Kualanamu baik dari arah kota Medan maupun arah Tebing Tinggi.( )









