Mengerikan, Wanita Kelainan Seks di Jambi Libatkan Korban 10 Anak

Medannewstv.com – Perbuatan asuslia wanita kelainan seks di Kota Jambi telah melibatkan 10 anak menjadi korban kekerasan seksual. Rabu (8/2/23)

Ibu muda di Jambi ini kini telah dibawa ke Panti Sosial Alyatama, sedangkan korbannya dibawa petugas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) karena mengalami trauma dan mesti dipulihkan psikologisnya.

“Anak-anak yang kita bawa ini kan dari hasil pemeriksaan kita itu psikologisnya sangat-sangat terganggu, kita khawatir dengan kejadian ini dan tak dapat terpantau oleh kita nanti psikologisnya terganggu lagi, ujar Kepala UPTD PPA Jambi, Asi Noprini.

Menurut dia mereka khawatir memori tentang apa yang telah mereka alami pada saat itu, dan jika tak diberikan edukasi dan pemahaman maka dampaknya itu yang kita tidak inginkan.

Lokasi Alyatama itu adalah lokasi pemulihan psikososial dan psikologis bagi anak yang alami kekerasan seksual. Alyatama ini juga merupakan lokasi panti sosial yang mana masih di bawah naungan Kemensos RI.

Di Alyatama 10 anak yang alami kekerasan seksual oleh ibu muda itu akan terpantau dengan baik. Disana mereka juga diajarkan segi keagamaannya, pendidikannya dan jiwa kesosialannya serta terutama pemulihan psikologis.

“Mereka akan tinggal selama hampir 2 bulan di situ semua lengkap fasilitas pemulihan buat psikologis untuk anak ini, tambahnya.

Sebelumnya, Kepolisian di Jambi menetapkan YS (25), wanita muda yang memiliki kelainan seksual atas kasus pencabulan sebagai tersangka kasus kekerasan seks pada anak.

Awalnya dilaporkan oleh 11 orang tua korban ke Polda Jambi pada Jumat (3/3) kemarin. Setelah ditelusuri polisi, rupanya ada 17 korban penyimpangan seksual dari YS.

Dirreskrimum Polda Jambi, Kombes Andri Ananta Yudhistira, mengatakan sang suami YS, AF telah dimintai keterangan di Polda Jambi, Minggu (5/2) kemarin. Hasil pemeriksaan itu diketahui YS mengancam akan mencincang anaknya jika AF menolak berhubungan badan.

Kelainan perilaku lainnya yang dilihat AF ke istrinya YS, adalah hubungan rumah tangga mereka, dimana apabila suami tidak bisa melayani hingga puas istrinya, YS mengancam akan menganiaya anaknya serta prilaku menyimpang lainnya ()