Medannewstv.com – Proyek pengerjaan drainasedi Jalan HM Joni, Kecamatan Medan Kota mengeluh pengerjaan drainase itu dianggap asal-asalan.
Proyek pengerjaan drainase yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan ini dikeluhkan salah seorang warga
tidak memikirkan keamanan “fasilitas” warga yang terdampak dari pengerjaan drainase tersebut.
Ridho warga Jalan HM Joni mengatakan paret yang dibongkar dan dipasang beton ukuran berbeda sehingga mengganggu kenyamanan.
“Ini paret (drainase) dibongkar dan dipasang beton. Tapi dengan ukuran lebih kecil dari ukuran awalnya. Usai dibongkar, sisa ukuran paret menjadi masalah, sehingga mengganggu keamanan kendaraan yg akan lewat dan disebutkan menjadi tanggung jawab warga.” katanya, Selasa (18/10).
“Masalah lain lagi adalah aliran air bersih kedalam rumah warga. Rata rata terputus akses air bersihnya antara 4 sampai 5 hari. Ini terjadi karna lambatnya pengerjaan dilapangan. Seperti hari ini, pengerjaan dihentikan sejak siang tadi, padahal air sudah dalam kondisi mati” ungkapnya.
Ridho berharap kepada Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk memperhatikan pengerjaan proyek drainase itu. Jangan malah kesannya jadi asal-asalan.
“Kalau bisa ini diperhatikan sama Pemko khususnya Dinas PU. Jangan membongkar asal-asalan. Kemudian lepas tangan dengan alasan yang tidak masuk akal,” tandasnya. ( )











