Terkuak Penyebab ASN BPN Nias Utara Lompat Dari Lantai 12 Apartemen di Medan

Terkuak Penyebab ASN BPN Nias Utara Lompat Dari Lantai 12 Apartemen di Medan

Medan –  Terungkap, Polisi menjabarkan kronologis tewasnya Apriaman Lase di apartemen Sky View hingga lompat dari kamar 26 lantai 12.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Akbp Adrian Risky Lubis menuturkan, sebelum melompat, ia memesan perempuan dari aplikasi kencan. Setelah menemukan yang pas, yakni FR, keduanya sepakat bertemu di Apartemen dengan tari Rp850 ribu.

“Lalu FR datang bersama JS ke lokasi. Di sana, korban melihat wajahnya beda. Sehingga korban lebih tertarik dengan JS dan meminta JS melayaninya,” ucap Adrian, Rabu (15/7/2026).

Mendengar itu, FR pun meminta uang cancel sebesar Rp400 ribu. Korban kemudian mentransfer tarif Rp850 ribu tersebut untuk berhubungan dengan JS.

BACA JUGA  Aniaya Polisi dan Kabur saat Disergap Buronan Narkoba Ditangkap di Riau

“Saat JS berhubungan dengan korban sekitar 10 sampai 15 menit, FR keluar kamar dan menunggu,” lanjutnya.

Usai berhubungan, korban merasa tak puas. Ia kemudian meminta layanan tambahan BlowJob kepada JS. Layanan itu pun diberikan tanpa ada kesepakatan harga.

“Nah setelah layanan tambahan, si JS memanggil temannya FR yang diluar kamar. Keduanya masuk ke kamar dan meminta uang tambahan Rp4,5 juta untuk layanan tambahan itu,” tuturnya.

Mendengar permintaan beberapa kali lipat dari tarif berhubungan badan, korban menolak. Namun kedua tersangka memaksa dan mendesak korban agar mau membayar.

“Tersangka meminta korban menunjukkan saldo di rekeningnya. Nah sambil mendesak meminta itu, tersangka berjalan mendekati korban. Korban mundur ke belakang sambil mengatakan tidak memiliki uang,”bebernya.

BACA JUGA  Pemasok Narkoba Sembunyikan 328 Sabu di Jok Motor Ditangkap

Saat bersamaan, sambung Adrian, tersangka FR meminta korban membuktikan ucapannya dengan menunjukkan saldo melalui handphone. Merasa tersudut dan tertekan, sembari memegang handphonenya, korban mengancam keduanya untuk melompat karena terus didesak dan diiperas.

“Setelah dekat balkon, korban mengatakan akan melompat karena didesak. Terus kemudian dari kedua tersangka ini menngatakan ya sudah, loncat aja. Kalau memang nggak mau bayar,” ucap Adrian menirukan ucapan tersangka.

Mendengar itu, korban pun nekat melompat dari lantai 12. Sebelum sampai ke tanah, kaki korban mengenai tembok hingga kakinya putus.

“Jadi korban lompat sambil megang handphonenya karena tidak mau menunjukkan saldonya. Kakinya terkena tembok sehingga putus. Lalu kedua tersangka pwrgi menjnggalkan lokasi,” pungkasnya.(Mistar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *