Polisi Masih Dalami Kasus Suami Aniaya Anak Istri di Medan Johor

SUMATERA UTARA422 Dilihat

Medannewstv.com – Seorang Suami warga Jalan Karya Kasih, Kompleks Bukit Johor Mas, Kecamatan Medan Johor tega menganiaya anak dan istrinya hingga memar dan luka luka.

Penganiayaan yang kerab dilakukan pria Jamaluddin (45) ini telah dilaporkan pada kepolisian dan masih dalam prose penangkapan.

Nursantika Prahmadani (34) istri pelaku merupakan korban kekerasan dalam rumah tangga mengaku sudah tidak tahan lagi.

“Saya mau laporan saya cepat di tindaklanjuti karena sudah sejak 10 Mei 2022 sampai sekarang belum ada tindaklanjut dari Unit PPA Satreskrim Polrestabes Medan,” ungkap ibu beranak 3 ini.

KDRT ini menurut Nursantika, dipicu karena permasalahan sepele.

“Waktu itu air PDAM kami diputus. Sehari sebelumnya saya minta agar dia (terlapor) membayarkan uang air. Tapi ia mengaku tidak punya uang. Dari situ terlibat cek-cok hingga saya mendapat tindak kekerasan fisik,” ujarnya.

Usai kejadian, korban langsung membuat laporan pengaduan ke Mapolrestabes Medan dan tertuang dalam Laporan Polisi (LP) Nomor: LP/B/1483/V/2022/SPKT/Polrestabes Medan pada tanggal 10 Mei 2022.

Nursantika juga menyampaikan sudah sering sekali mendapat tindak kekerasan dari sang suami. Pada 2015 mereka juga sempat terlibat pertengkaran. Kejadian serupa berulang pada 2017. Korban lagi-lagi mendapat tindak kekerasan fisik dari terlapor.

Korban juga sempat melaporkan kejadian ini ke Polsek Delitua. Namun, kasus ini berujung damai dengan perjanjian yang tertulis di atas kertas bermaterai yang disepakati oleh kedua belah pihak.

“Yang saya ingat dalam salah satu poin di perjanjian itu dia (terlapor) menyanggupi untuk menafkahi saya dan ketiga anak kami sebesar Rp 15 juta perbulan. Tapi itu hanya ia jalankan (sanggupi) selama 3 bulan. Bulan-bulan berikutnya ia sesuka hati membiaya saya dan ke-3 anak kami. Kadang dia cuma kasih Rp 1 juta perbulan,” urainya.

Bukan hanya korban yang selalu mendapat kekerasan fisik dari terlapor. Bahkan anak sulung mereka yang masih duduk di bangku SD juga sering jadi pelampiasan kekesalan terlapor.(bas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *